TipsDan Cara Mudah Ternak Murai Batu. Berikut ini cara ternak burung murai batu yang dapat kamu coba di rumah. 1. Memilih Bibit. Baik murai jantan ataupun betina, semuanya wajib mempunyai kualitas yang baik serta harganya tak wajib mahal. Pilihlah burung Murai Batu betina yang berumur antara 1 sampai 2 tahun. Jikaburung kenari, finch atau burung pemakan biji dioperasi, kita dapat melihat adanya grit dalam ampelanya. Percobaan membuktikan bahwa bila burung kenari tidak diberi makan grit selama sekitar 2 minggu, kemudian kita melepaskan burung ke kandang besar yang beralaskan tanah. Burung tersebut akan segera mencari grit di tanah. CaraMenanam Tanaman Jengger Ayam metode menanamkan tumbuhan bunga jengger ayam aduan buat adunan halaman – celosia cristata merupakan tipe tumbuhan bunga semusim yang lebih diketahui sama bunga jengger alias bunga jembel ayam aduan karna bunga ini mempunyai wujud serupa jengger ayam aduan yang berwarana merah darah. tumbuhan Langkahpertama jika anda hendak ternak kacer tentu saja membuat kandang bagi burung tersebut. Taruh kacer pada dengan cara bersebelahan di kandang perkawinan yang disekat suatu kawat. Source: omkicau.com. Kandang merupakan salah satu prasarana pokok dalam setiap usaha peternakan. Cara ternak burung kacer untuk pemula. Source: CaraBeternak Burung Kutilang : Burung kutilang yaitu burung kicau yang sering kita jumpai di berbagai tempat di indonesia. di daerah saya banyak sekali burung kutilang yang masih berkeliaran di sekitar rumah masyarakat pedesaan. ada juga beberapa masyarakat yang memeliharanya di rumah untuk kicauan. Burung kutilang ini kerap mengunjungi tempat-tempat CaraMembuat Kandang Ternak Lovebird ; Cara Membuat Kandang Lovebird Dari Kayu; 5. Pemberian makan anakan burung umur 15 -30 hari. Untuk pemberian makan ini diseauaikan dengan jenis burungnya, seperti pemberian makan burung lovebird, kutilang, cendet,maupun burung lainnya. Oleh karena itu dalam pemberian makan ini sebaiknya dikonsultasikan Biasanyakandang model susun digunakan untuk penangkaran burung kenari, finch, parkit, dan lovebird, meski ada juga yang menggunakannya untuk beternak jenis burung kicauan lainnya. Cara membuat sangkar burung: Bahan baku yang diperlukan. Kali ini, kita akan membuat kandang model susun dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar kita. Pasarburung di khususkan untuk peternak/breeder member KM mendaftarkan dan menjual hasilnya. Jenis-jenis pakan burung, cara mendapatkannya dan budidayanya. Topics: 310 Posts: 4,746 310: 4,746 Forum buat Komplain, Kritik, Saran dan Masukan Perdagangan Burung & Aksesoris Kandang. Topics: 23 Posts: 414 p2Qf4. Tahukah Anda mengenai Cara Ternak dan Merawat Burung Kutilang? Jika anda mencari hobi yang dapat menghasilkan keuntungan, ternak burung bisa jadi jawabannya. 9 Cara Ternak dan Merawat Burung Kutilang Melakukan hobi tentu saja menyenangkan, apalagi dapat menghasilkan, pasti lebih asyik. Ternak burung yang dimaksud adalah burung jenis kicauan. Banyaknya pecinta burung membuat usaha ternak burung kicauan memiliki peluang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya perlombaan burung kicauan di berbagai sudut kota. Burung kutilang merupakan burung jenis kicauan yang banyak dicari. Cara ternak burung kutilang sebenarnya tak jauh beda dengan ternak burung secara umum. Hanya saja, tiap jenis kutilang memiliki karakteristik tersendiri. Sebagaimana diketahui, kutilang merupakan burung kicauan yang banyak dijumpai di tempat-tempat terbuka, mulai dari tepi jalan, pekarangan, perkebunan, hutan sekunder, hingga pada ketinggian meter di atas permukaan laut. Selain itu, burung kutilang juga mudah ditemui di halaman-halaman rumah pada daerah perkotaan. Burung kutilang suka hidup berkelompok. Selain untuk perlombaan karena kicaunya yang merdu, burung kutilang juga banyak dipelihara di rumah. Hal ini karena kutilang memiliki wujud yang menggemaskan serta lucu. Meski ternak burung kutilang tak jauh berbeda dengan ternak burung secara umum, tetap ada hal-hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut kami ulas pada paragraf di bawah ini. 1. Menyiapkan kandang Untuk berternak burung kutilang, menyiapkan kandang adalah langkah awal yang harus dilakukan. Secara umum kandang dibuat dengan kawat berukuran 75 cm x 75 cm x 100 cm. Untuk bagian bawah kandang, sebaiknya diberi tanah. Hal ini dimaksudkan agar kotoran burung kutilang bisa langsung jatuh ke tanah, tak menempel pada kandang. Jika kesulitan mencari tanah, bisa juga menggunakan pasir. 2. Memilih indukan Dalam memilih indukan, anda bisa memperhatikan dua hal, yaitu kesehatan dan fisik. Namun ada juga yang memilih indukan didasarkan pada jenis kelamin. Untuk memilih indukan yang benar-benar sehat, bisa dilihat berdasarkan ciri-cirinya, seperti Dimulai dari nafsu makan yang baik Gerakan yang lincah Serta kondisi fisik yang tanpa cacat. Jika ingin memilih indukan berdasarkan jenis kelamin, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain Kutilang jantan tubuhnya lebih gemuk daripada kutilang betina; Bulu kutilang jantan di bawah ekor warnanya oranye, sedangkan kutilang betina bulu di bawah ekornya berwarna kuning; Jengger kutilang jantan berdiri tegak lurus; Burung kutilang jantan memiliki suara yang lebih gacor dan nyaring, sedangkan kutilan betina tidak senyaring jantan, sebab kutilang betina lebih banyak bersiul terpatah-patah. 3. Pemberian bak Kandang kutilang juga perlu dilengkapi dengan bak di dalamnya. Bak tersebut nantinya akan digunakan burung kutilang untuk membersihkan bulunya. Selain bak, di dalam kandang juga perlu dibuatkan sarang burung kutilang. Jika bak digunakan untuk membersihkan bulu, sarang burung digunakan untuk menaruh telur-telur burung kutilang. Sebisa mungkin buat kandang agar menyerupai habitat asli burung kutilang di alam liar. 4. Pemberian voer, buah dan hewan Voer merupakan pakan burung kutilang, namun anda juga bisa memberinya serangga. Salah satu serangga yang bisa diberikan pada burung kutilang adalah jangkrik. Variasi dalam memberikan pakan, dapat membuat burung kutilang betah di kandang yang anda sediakan. Semakin bervariasi pakan yang diberikan, maka semakin betah kutilang di kandang. Jika ingin memberi jangkrik, biasanya dalam sekali makan cukup tiga atau empat jangkrik. Meski voer dan jangkrik merupakan pakan burung kutilang, namun jangan menjadikannya sebagai makanan pokok sehari-hari. Berikan juga gizi tambahan yang berasal dari buah-buahan. Adapun buah-buahan yang disukai burung kutilang adalah buah yang memiliki tekstur lembut, misalnya pisang dan pepaya. Berikan makanan-makanan tersebut secara variatif serta rutin. Baca Juga Jenis Makanan Burung Kutilang Agar Gacor 5. Menggantang burung Kegiatan menggantang burung termasuk dalam perawatan burung kutilang. Setiap pagi dan sore, gantanglah burung kutilang di depan rumah. Hal ini bertujuan agar burung kutilang merasa nyaman, sebab mendapat udara sepoi-sepoi yang segar. Namun perlu diingat, janganlah terlalu sering menggantang burung, karena hal itu dapat membuatnya stres dan tertekan. 6. Memberikan air minum Bagi burung kutilang, air merupakan sumber hidup yang harus selalu ada. Dalam merawat burung kutilang, tak boleh telat dalam memberikan air. Peternak yang baik harus memastikan wadah air di dalam kandang selalu terisi. Pastikan juga wadah airnya selalu bersih. Usahakan untuk selalu mencuci wadah air dan memberinya air yang baru, paling sedikit satu hari sekali. 7. Membersihkan kandang Sudah sedikit kami singgung di awal paragraf, membersihkan kandang merupakan hal pokok yang harus dilakukan dalam beternak burung kutilang. Kandang yang bersih dapat menghindarkan kutilang dari berbagai penyakit. Dengan kandang yang bersih, tentu juga sedap kala dipandang mata. Bersihkan kandang tiap pagi dan sore hari. Memang melelahkan, namun hasilnya akan menggembirakan. Melihat kutilang sehat, nyaman dan selalu berkicau, tentu menjadi kegembiraan tersendiri. Jika peternak tidak rajin membersihkan kandang, selain menyebabkan timbulnya penyakit, juga membuat udara di kandang menjadi tidak nyaman. 8. Memandikan kutilang Langkah selanjutnya termasuk dalam perawatan burung kutilang. Seperti manusia, burung kutilang pun harus rajin dimandikan setiap pagi. Cara memandikan burung kutilang cukup membuat tubuhnya basah, dengan menyemprotkan air melalui botol semprot spray. Mandi membuat burung kutilang lebih senang, sebab tubuhnya menjadi lebih segar. 9. Menjemur kutilang Dalam merawat burung kutilang, perlu dilakukan penjemuran di waktu pagi. Waktu yang bagus dalam menjemur burung kutilang adalah jam hingga jam pagi. Pada waktu-waktu tersebut, sinar matahari sangat bagus untuk perkembangan burung. Dengan berjemur, burung kutilang dapat menyerap vitamin D dari sinar matahari pagi. Demikianlah pembahasan kami tentang cara ternak dan merawat burung kutilang. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca sekalian. Unduh PDF Unduh PDF Jika ingin menambah kualitas hidup burung peliharaan Anda, membuatkannya sebuah kandang mungkin adalah cara terbaik! Kandang burung jauh lebih besar daripada sangkar biasa, serta bisa diletakkan di dalam atau di luar ruangan. Dengan sedikit perencanaan dan usaha, Anda bisa membuat kandang bagus untuk burung peliharaan sehingga ia tetap bahagia dan aman sepanjang waktu. 1 Tentukan ukuran kandang burung yang hendak dibuat. Sebelum memulai proyek ini, Anda harus tahu ukuran tubuh burung peliharaan. Cara ini akan memengaruhi ukuran kandang yang dibuat beserta kawat yang cocok untuk ukuran burung tersebut.[1] Burung budgie, kenari, merpati, kutilang, dan sejoli dikategorikan sebagai burung berukuran kecil. Kakatua mini, burung betet, nuri, burung parrotlet, dan beo dikategorikan sebagai burung berukuran sedang. Burung abu-abu Afrika, burung amazon, caique, kakatua, dan makaw dikategorikan sebagai burung berukuran besar. Burung kakatua Maluku, kakatua Hyacinth, makaw emas, dan makaw merah dikategorikan sebagai burung berukuran ekstra besar. 2 Hitung volume kandang berdasarkan ukuran dan jumlah burung peliharaan Anda. Batas minimal ukuran kandang Anda ditentukan oleh ukuran burung peliharaan. Semua dimensi di bawah mengasumsikan bahwa hanya ada 1 burung di kandang. Secara umum, Anda dapat mengalikan volume kandang dengan jumlah burung sebanyak 1,5 kali untuk tiap burung tambahan.[2] Kandang burung kecil Lebar 51 cm; Kedalaman 51 cm; Tinggi 61 cm; Volume 29,300 cm. Kandang burung sedang Lebar 64 cm; Kedalaman 81 cm; Tinggi 89 cm; Volume 71,000 cm. Kandang burung besar Lebar 89 cm; Kedalaman 100 cm; Tinggi 130 cm; Volume 180,000 cm. Kandang burung ekstra besar Lebar 100 cm; Kedalaman 130 cm; Tinggi 150 cm; Volume 300,000 cm. 3 Tentukan jarak kawat yang pas dan ukur. Jenis kawat yang dipakai untuk menutup kandang harus disesuaikan dengan ukuran burung peliharaan. Pakailah kawat besi antikarat dan kawat galvanis. Proses galvanisasi biasanya digunakan untuk melapisi besi atau baja dengan seng.[3] Kandang burung kecil dipasangi kawat berjarak 1,3 cm dengan diameter kawat 2 mm. Kandang burung sedang dipasangi kawat berjarak 1,6 cm sampai 2 cm dengan diameter kawat 2,5 mm. Kandang burung besar dipasangi kawat berjarak 2 cm sampai 1,3 cm dengan diameter kawat 3,5 mm. Kandang burung ekstra besar dipasangi kawat berjarak 2,5 cm sampai 3,2 cm dengan diameter kawat 0,5 cm. 4 Gunakan kertas dan pensil untuk membuat gambar rencana desain rangka kandang. Untuk memudahkan prosesnya, buatlah kandang dari beberapa potongan balok berukuran sama yang disatukan. Sebagai contoh, jika Anda membuat kandang untuk burung kecil, masing-masing balok rangka harus memiliki tinggi 61 cm dan lebar 51 cm. Karena kedalamannya harus mencapai 61 cm, sambungkan rangka bagian depan dan belakang di masing-masing sisi ke 2 rangka tambahan sehingga totalnya ada 6 rangka yang dipakai untuk membuat kerangka kandang.[4] Pakailah formula yang sama untuk kandang dengan ukuran berbeda. Namun, jika Anda memiliki desain kandang sendiri, jangan ragu memakainya – ada banyak opsi lain yang lebih kompleks. Cukup ingat, proses pembuatannya akan terasa lebih sulit karena Anda belum berpengalaman. 5 Belilah material yang diperlukan dari toko material terdekat. Untuk membuat balok rangka, pakailah empat potong kayu berukuran 5 x 5 cm untuk masing-maisng sisi. Panjang kayu sebenarnya dapat diubah berdasarkan dimensi kandang, tetapi belilah sedikit lebih banyak untuk berjaga-jaga. Untuk menyambung kayu, anda perlu 8 sekrup penyambung kayu sepanjang 10 cm untuk masing-masing potongan rangka.[5] Pertimbangkan untuk membuat kandang burung kecil menggunakan 6 rangka kayu dengan tinggi 61 cm dan lebar 51 cm. Karena masing-masing potongan rangka terdiri dari 4 potong kayu, secara total Anda membutuhkan 24 potongan kayu berukuran 15 x 10 cm – 12 kayu berukuran 61 cm dan 12 kayu berukuran 51 cm. Jika Anda tidak ingin memotong kayu sendiri di rumah, beri tahu dimensi kandang burung yang akan dibuat ke pegawai di toko material agar ia bisa membantu Anda. Untuk jenis kayunya, pakailah kayu maple, pinus, almon, bambu, atau kayu putih. Jangan memakai kayu beracun untuk membuat kandang burung, seperti kayu juniper, yew, dan kayu merah. Iklan 1 Potong kayu 5 x 5 yang sudah dibeli sesuai kebutuhan. Jika Anda tidak memakai jasa profesional, gunakanlah gergaji sirkular untuk memotongnya. Tandai bagian ujung kayu dengan pensil dan penggaris. Setelah itu, tekan pemicu di bagian belakang pegangan gergaji dan gunakan tangan dominan untuk mengarahkannya ke kayu sambil menahannya kuat dengan tangan nondominan.[6] Berikan tekanan ke kayu dengan tangan nondominan untuk menjaganya tetap stabil. 2 Letakkan potongan kayu membentuk persegi untuk membuat rangka. Carilah area yang datar dan terbuka – seperti garasi – dan letakkan 4 potongan kayu 5 x 5 membentuk rangka. Pastikan lebar dan tingginya dapat disatukan secara vertikal alih-alih horizontal. Sekarang, Anda harus mencari bagian yang masih kurang sempurna misalnya ada kayu yang terlalu panjang dan memperbaikinya. Pastikan ada potongan kayu yang cukup untuk membuat kandang burung dan pastikan masing-masing potongan tersebut paralel satu sama lain.[7] Untuk rangka dengan lebar 51 cm dan tinggi 61 cm, mulailah dengan menyejajarkan bagian kiri dan kanan yang memanjang. Setelah itu, sambungkan bagian tersebut dengan kayu penyambung bagian atas dan bawah. Jangan menyambung potongan kayu sebelum meletakkannya sejajar untuk membentuk rangka utuh terlebih dahulu. 3 Sambungkan masing-masing potongan kayu ke rangka dengan selotip ledeng plumber’s tape dan paku. Pakailah pemotong kaleng untuk menyiapkan empat lembar selotip ledeng sepanjang 5 cm untuk dipasang di tiap sisi rangka. Sejajarkan masing-masing lembaran tersebut secara horizontal di sudut atas dan bawah kayu yang memanjang dan melebar. Setelah itu, masukkan dua buah sekrup berukuran 2,5 cm ke masing-masing selotip untuk mengencangkannya dan menciptakan potongan rangka yang tampak menyatu.[8] Pastikan 2,5 cm bagian dari selotip ledeng terpasang ke masing-masing potongan kayu. Anda bisa mengganti selotip ledeng dengan penyambung sudut dan mengencangkannya dengan sekrup. Namun, cara ini lebih mahal dan memakan lebih banyak waktu. Iklan 1 Sejajarkan potongan rangka yang sudah disusun di atas lantai. Jika Anda membuat kandang burung kecil, Anda harusnya memiliki 6 potongan rangka dengan tinggi 61 cm dan lebar 51 cm. Letakkan rangka ini di permukaan datar secara horizontal, sejajar dengan satu sama lain sebelum mulai memasang kawat.[9] Pastikan tinggi dan lebar dari masing-masing potongan rangka sudah lurus dan paralel terhadap tinggi dan lebar potongan rangka lainnya. 2 Sambungkan masing-masing potongan rangka dengan 8 sekrup berukuran 10 cm. Setelah menyatukan potongan rangka dengan selotip ledeng, sambungkan bagian tersebut dengan 4 sekrup yang dipasang di tiap sudut kanan dan kiri kayu yang memanjang – 2 sekrup di masing-masing sisi harus paralel dengan selotip ledeng – dan pasang sekrup dengan jumlah yang sama di kayu bagian bawahnya. Berikan jarak sekitar 1,3 cm pada masing-masing potongan rangka, lalu pasang sekrup yang paling dekat dengan perimeter yang panjangnya sama.[10] Periksa kembali posisi rangka dan sesuaikan seperlunya sebelum memasang sekrup. Sebagai contoh, jika sudut atas rangka sedikit miring, lepaskan selotip ledeng, atur ulang posisinya, lalu kencangkan kembali. 3 Potong kawat jaring sesuai kebutuhan dengan pemotong kaleng. Pastikan masing-masing sisi kandang kecuali bagian bawahnya memiliki potongan kawat yang sama. Sebagai contoh, sebuah kandang yang dibuat dari 6 potongan rangka membutuhkan 6 lembar kawat jaring berukuran 61 x 51 cm.[11] Sisakan kawat jaring ekstra berukuran 5 x 8 untuk berjaga-jaga apabila Anda membuat kesalahan. 4 Pasang kawat jaring dengan pistol staples. Pakailah pistol staples di sepanjang perimeter masing-masing rangka persegi. Berikan jarak pada masing-masing staples sekitar 5 sampai 8 cm.[12] Jika Anda membuat kesalahan, lepaskan staples dengan obeng minus atau alat pencungkil staples. 5 Buat lubang di bagian depan kawat jaring kandang sebagai pintu. Pakailah pemotong kawat untuk membuat lubang pintu yang cukup memasukkan burung – sekitar 210 cm. Sekarang, ukuran bukaan tersebut dan siapkan kawat jaring dengan ukuran yang sedikit lebih besar.[13] Ingat, Anda harus bisa mengakses bagian dalam kandang untuk membersihkannya. Jadi, sebaiknya buatlah bukaan yang agak besar. 6 Pasang pintu ke kandang dengan pengikat kabel atau penjepit kandang. Tahan pintu di depan bukaan kawat jaring. Pastikan kelebihan kawat jaring sama rata di segala sisinya. Setelah itu, bebatkan pengikat kabel atau penjepit kandang di sekitar perimeter pintu dan gunakan untuk mengencangkan pintu ke kandang.[14] Kencangkan pengikat atau penjepit sampai tidak ada bukaan antara pintu dan kandang supaya burung tidak kabur. 7 Buatlah lantai untuk kandang yang diletakkan di luar ruangan. Sekalipun Anda dapat memakai lantai beton sebagai alas kandang, hal ini butuh kerja yang lebih keras dan hanya direkomendasikan untuk kandang luar ruangan berukuran besar yang membutuhkan fondasi kuat. Untuk kandang burung standar, pasanglah kawat jaring ke bagian bawah kandang dengan pistol staples. Setelah itu, letakkan kerikil atau pasir di dasarnya.[15] Jangan melewatkan pembuatan lantai untuk kandang luar ruangan, terutama jika ada predator di sekitar area tersebut. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Potongan kayu berukuran 5 x 5 Gergaji sirkular opsional Selotip ledeng Sekrup berukuran 2,5 cm khusus peralatan eksterior Sekrup berukuran 10 cm khusus peralatan eksterior Pistol staples Pemotong kawat Kawat jaring Peringatan Periksa kebijakan RT/RW setempat dan hukum yang berlaku di daerah Anda mengenai pembuatan kandang burung di luar ruangan. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda? Jual Beli - Ecer & GROSIR - Melayani Pengiriman Burung Ke Luar Kota / Luar Daerah / Luar Pulau. Burung Jalak Suren, Jalak Putih, Jalak Bali, Jalak Hongkong, Jalak Hybrid Silangan, Murai Batu, Poksay Hongkong, Wambi, Cungkok, Cucak Rowo, Merak Hijau, Merak Biru, Beo, Nuri Kepala Hitam dll. Burung kutilang adalah jenis burung kicau yang sering mengunjungi tempat-tempat terbuka, yaitu di tepi jalan, kebun, pekarangan, dan juga hutan sekunder hingga pada ketinggian sekitar m dpl. Kutilang juga sering dijumpai hidup meliar pada taman serta halaman-halaman rumah pada kawasan perkotaan. Burung kutilang sering terlihat hidup berkelompok, baik pada saat mencari makanan atau saat bertengger. Burung kutilang juga bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan untuk hiasan di rumah anda. Apabila burung kutilang ini dipelihara dengan baik terlebih sejak dari anakan, burung kutilang akan bisa menjadi jinak seperti halnya kucing peliharaan yang manja pada pemeliharanya. Cara Ternak Burung Kutilang Burung kutilang juga merupakan binatang yang dikenal sangat setia kepada pemiliknya jika burung tersebut kerap diperhatikan. Apabila sudah jinak, burung kutilang pada saat dilepas maka dia akan kembali lagi pada sarangnya apabila dipanggil oleh pemiliknya. Pastinya saat anda melepas kutilang peliharaan anda haruslah diawasi. Sebab bisa jadi burung kutilang anda bisa dimangsa oleh hewan predator. Berbagai jenis burung kutilang juga bisa dijadikan sebagai burung lomba untuk jenis burung berkicau. Tembakan-tembakan dari kicauan suara yang dihasilkan memang cukuplah keras dan punya variasi suara yang bagus apabila dimaster dengan cara yang benar. Burung kutilang juga termasuk burung yang pandai. Sebab dapat dimaster dengan macam suara baik burung lain atau suara yang lainnya. Cara Ternak Burung Kutilang Burung Kutilang adalah jenis burung yang memiliki kicauan dengan suaranya yang lantang. Dan makanan burung ini khususnya berupa buah-buahan yang lunak. Kutilang juga kerap menjengkelkan petani sebab sering melubangi buah pepaya serta pisang yang sudah matang saat di kebun. Beternak burung kutilang merupakan cara untuk mencegah terjadinya kepunahan. Cara ternak burung kutilang pun juga mudah dilakukan. Pemilihan Indukan Cara ternak burung kutilang terlebih dahulu harus dengan pemilihan induk. Ketika pemilihan indukan yang bagus pastinya anda harus memenuhi bermacam kriteria. Misalnya seperti indukan kutilang harus sehat, punya warna bulu yang cerah, serta yang terpenting umurnya diatas 8 bulan serta dibawah 3 tahun. Keriteria Kandang Burung Kutilang Kriteria Kandang Burung Kutilang Di dalam cara ternak Burung Kutilang, sebisa mungkin kita harus membuat kandang burung yang hampir menyerupai pada alam tempat habitat liar dari burung kutilang. Syarat untuk kandang kutilang yaitu mempunyai bak air. Bak air ini merupakan tempat mandi atau tempat untuk membersikna bulunya. Pada bagian dasar kandang sebaiknya menyentuh tanah, atau dapat menggunakan pasir. Selanjutnya yang terakhir suhu pada llingkungannya tidak begitu panas ketika siang dan juga terlalu dingin jika malam hari. Pemberian Pakan Burung Kutilang Seperti burung pada umumnya, makanan burung kutilang ini terutama adalah buah-buahan yang memiliki tekstur lunak. Misalnya saja seperti pisang dan pepaya. Jadi saat anda ternak burung kutilang, anda bisa memberikan makanan seperti saat di alam liar. Namun, anda tidak perlu memberikan makanan tersebut sebagai makanan pokoknya. Sebab burung kutilang bisa makan voer dan juga serangga. Perawatan Burung Kutilang Perawatan burung ini bisa dikatakan cukup mudah sebab burung ini dikenal menjadi burung yang gampang sekali dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu seliar apapun burung ini apabila telah lama dirawat maka akan menjadi jinak. Di dalam perawatannya anda harus senantiasa menjaga kebersihan makanan dan sangkarnya agar burung kutilang anda tetap sehat dan jauh dari penyakit.