Sriwijaya (atau juga disebut Srivijaya) adalah salah satu kerajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan membentang dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Dalam bahasa Sansekerta, Sri berarti "bercahaya" dan wijaya berarti "kemenangan". Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini kerajaanSriwijaya yang terletak di pulau Sumatera tersebut? Untuk lebih jelasnya mari kita cermati peta Asia Tenggara purba di bawah ini. Peta di atas menggambarkan wilayah kekuasaan kerajaan-kerajaan pada abad ke-8an. Disana ada China, Chenla, Champa, Sriwijaya, dan tanah bebas. Pada awalnya jangkauan kekuasaan Sriwijaya hanya meliputi Letakgeografis dan wilayah kekuasaan Peta kerajaan-kerajaan Indocina tahun 1300-an. Sumber: Champa melakukan hubungan perdagangan dengan Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim Buddha terbesar di Indonesia. bahasa ini digunakan sebagai bahasa utama di wilayah sekitar pesisir Aceh. Ini menunjukkan bahwa pengaruh KerajaanSriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim yang beridiri pada abad ke-7 Masehi di pulau Sumatera dan banyak memberi pengaruh di Asia Tenggara dengan daerah kekuasaan berdasarkan peta membentang dari Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Singapura, Semenanjung Malak, Thailand, Kamboja, Vietnam Selatan, Kalimantan, Jawa Barat dan Sebagaibekas wilayah pusat Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan penganut agama Budha terbesar di dunia. Sumatera Selatan banyak memiliki benda-benda dan tempat-tempat bersejarah yang menarik untuk dijadikan Objek Wisata. Hal tersebut didukung pula oleh paling sedikit terdapat 139 objek wisata yang tersebar di seluruh Wilayah. Dengandemikian, Kerajaan Sriwijaya berpengaruh di seluruh Pulau Sumatra, Semenanjung Melayu hingga ke bagian barat dan tengah Pulau Jawa. Artikel Terkait: kalimat berikut yang mengandung kata arkais adalah 18 Daftar Bacaan. Kerajaan Sriwijaya - Kerajaan Sriwijaya muncuk tidak terlepas dari aktivitas perdagangan internasional yang terjadi antara Kepulauan Indonesia dengan wilayah lainnya termasuk dengan India dan Cina. Sejak permulaan tarikh Masehi, hubungan dagang antara India dengan Kepulauan Nusantara sudah terjadi secara intens. Peranpenting dari Selat Malaka inilah yang dipercaya menjadi motif penyerangan Kerajaan Sriwijaya terhadap Malayu. Meski tak diketahui secara pasti kapan serangan Sriwijaya dilancarkan, namun pada 685 Malayu telah jatuh di bawah kekuasaan Sriwijaya. Baca juga: Menjejaki Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang. OkvjA. Hai, Quipperian! Kamu pasti sudah pernah mendengar nama kerajaan terkenal satu ini. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Buddha yang berdiri pada abad ke-7 Masehi. Bahkan, pada masanya, Kerajaan ini menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara dan Asia Timur. Yuk, temukan informasi lebih dalam tentang kerajaan ini. Sebesar apa ya pengaruh kerajaan ini di masa lalu? Let’s check this out! Letak Kerajaan Sriwijaya Source Ada argumen tentang letak kerajaan. Pertama, diduga kerajaan ini terletak di Palembang. Ada pula yang menyebutkan bahwa kerajaan ini terletak di Jambi. Bisa jadi, karena corak kerajaan berupa kerajaan maritim, maka kerajaannya pun memiliki pusat kekuasaan yang berpindah-pindah. Akhirnya, lebih banyak diyakini bahwa lokasi Kerajaan Sriwijaya diperkirakan terletak di sekitar muara Sungai Musi, Sumatra Selatan. Lokasi ini sangat strategis, lho, karena merupakan daerah lintasan pelayaran serta perdagangan Asia Timur dan Asia Selatan. Letaknya ini membuat perdagangan berlangsung dengan ramai, hingga akhirnya menjadi kerajaan maritim terbesar di Nusantara dengan menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda. Tokoh Berpengaruh di Kerajaan Sriwijaya Source Meskipun terletak di Sumatra, kerajaan ini berhubungan erat dengan Jawa karena relasi raja-raja yang berkuasa. Pendiri Kerajaan Sriwijaya adalah Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Awalnya, sang raja sedang melakukan perjalanan suci yang disebut siddhayatra menggunakan perahu dengan membawa pasukan sebanyak hingga orang. Pada masa kepemimpinannya, ia berhasil mengembangkan kerajaan dari Sumatra hingga ke Semenanjung Malaysia. Pusat kekuasaan Kerajaan Sriwijaya sempat berpindah ke Mataram, Jawa Tengah, pada kekuasaan Raja Dharanindra. Lalu, terdapat Raja Samaratungga, yang belum diketahui secara pasti apakah ia merupakan anak atau cucu dari Dharanindra. Raja Samaratungga tidak menyukai perang dan berfokus pada pemerintahan kerajaan. Pembangunan Candi Borobudur diselesaikan oleh Raja Samaratungga, lho! Pada masa kepemimpinan raja kesepuluh, Raja Balaputradewa, kerajaan ini berhasil meraih kejayaannya. Ia membawa kerajaan meninggalkan hubungan dengan Jawa dan lebih memilih berfokus pada perdagangan di Melayu. Kita mengetahui bahwa kerajaan ini telah melaksanakan perdagangan internasional. Nah, dalam perdagangan tersebut, rakyat sudah mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa perdagangan saat itu, yakni bahasa Melayu Kuno. Kehidupan di Era Kerajaan Sriwijaya Source Kita mengetahui bahwa Kerajaan Sriwijaya menguasai dua selat di Nusantara. Nah, kerajaan ini juga mampu menciptakan kapal-kapal canggih pada masa itu hingga dapat menguasai perdagangan rempah-rempah dunia selama setengah abad, Quipperian. Dengan status internasionalnya, enggak heran, ada banyak sekali negara yang berhubungan dengan kerajaan ini, misalnya China, India, Burma, Kamboja, Persia, Arab, dan Afrika. Wah, keren ya! Yang pasti, kegiatan pelayaran dan perdagangan ini dijaga dengan ketat oleh kerajaan dengan menyusun angkatan laut kerajaan. Dalam rangka memperluas wilayahnya, kerjaan ini melancarkan serangan pada kerajaan-kerajaan lain, di antaranya Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Kalingga Holing. Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran karena serangan dari kerajaan lain, seperti Kerajaan Dharmawangsa, Kerajaan Colamandala, Kerajaan Melayu, dan Kerajaan Singosari. Kerajaan-kerajaan kecil yang awalnya ada di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya juga mulai melepaskan diri, pun ditinggalkan oleh para pedagang. Puncaknya, di hancurkan oleh serangan dari Kerajaan Majapahit di tahun 1337. Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dengan luas wilayah kerajaan yang tidak main-main, tidak heran peninggalan Kerajaan Sriwijaya pun tersebar sangat luas. Berikut beberapa peninggalan dari kerajaan ini 1. Prasasti Telaga Batu Source Prasasti ini berisikan dengan kutukan-kutukan bagi mereka yang menolak melakukan perintah dari raja, pengkhianat, hingga mata-mata dari kerajaan lain. 2. Prasasti Kedukan Bukit Prasasti ini memiliki informasi tentang Raja Dapunta Hyang. 3. Prasasti Ligor Source Prasasti yang ditemukan di Thailand ini memiliki informasi tentang kekuasaan Kerajaan Sriwijaya di Ligor. 4. Prasasti Nalanda Prasasti yang ditemukan di India ini mencatat nama Raja Balaputradewa sebagai raja yang mendukung kegiatan pembelajaran agama Buddha di India. 5. Candi Muara Takus Source Candi yang dibangun oleh Raja Sri Culamaniwarman ini ialah sebagai bentuk hadiah dan kesetiaan pada Kekaisaran China yang dianggap sebagai pelindung Kerajaan Sriwijaya. Gimana, Quipperian? Apakah kamu masih punya pertanyaan yang belum terjawab tentang kerajaan ini? Temukan informasi lengkapnya di Quipper Video, ya. Kamu bisa belajar bareng pengajar profesional dengan rangkuman lengkap, video penjelasan, dan ribuan contoh soal! [spoiler title=SUMBER] Penulis Evita - Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan maritim yang kuat dan banyak memberi pengaruh di nusantara. Kerajaan yang berkembang antara abad ke-7 hingga ke-13 ini terletak di tepian Sungai Musi, di daerah Palembang, Sumatera Selatan. Pada masa kejayaannya, daerah kekuasaannya membentang dari Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, dan sebagian Sriwijaya disebut sebagai negara nasional pertama di nusantara sebab wilayahnya begitu luas, hingga meliputi hampir seluruh Indonesia. Selain itu, Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha Mahayana di Asia Tenggara. Raja Sriwijaya yang pertama adalah Dapunta Hyang, atau dikenal dengan nama Sri Jayanasa, yang memerintah dari tahun 671-728 Raja Sriwijaya Kerajaan Sriwijaya hanya menyisakan beberapa peninggalan dan silsilah raja yang berkuasa pun banyak terputus. Berikut ini daftar raja-raja yang diduga kuat pernah memerintah Kerajaan Sriwijaya. Dapunta Hyang Sri Jayanasa 683 M Indrawarman 702 M Rudra Wikrama 728-742 M Sangramadhananjaya 775 M Dharanindra/Rakai Panangkaran 778 M Samaragrawira/Rakai Warak 782 M Dharmasetu 790 M Samaratungga/Rakai Garung 792 M Balaputradewa 856 M Sri Udayadityawarman 960 M Sri Wuja atau Sri Udayadityan 961 M Hsiae-she 980 M Sri Cudamaniwarmadewa 988 M Malayagiri/Suwarnadwipa 990 M Sri Marawijayottunggawarman 1008 M Sumatrabhumi 1017 M Sri Sanggrama Wijayatunggawarman 1025 M Sri Dewa 1028 M Dharmawira 1064 M Sri Maharaja 1156 M Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa 1178 M Baca juga Prasasti Kedukan Bukit Sejarah, Isi, dan Artinya Raja Kerajaan Sriwijaya yang terkenal Dapunta Hyang Srijayanasa Dalam prasasti Kedukan Bukit dan Talang Tuo, banyak disebutkan tentang Dapunta Hyang. Pada abad ke-7, Dapunta Hyang melakukan berbagai usaha perluasan daerah. Ilustrasi kerajaan Sriwijaya PexelsSebelum mengalami keruntuhan, dampak kemunduran kerajaan Sriwijaya cukup terasa bagi geo politik Nusantara di era kerajaan Hindu Budha saat situs prasasti Kedukan Bukit yang dapat dijuluki sebagai prasasti Proklamasi Kerajaan Sriwijaya menjadi tonggak pertama berdirinya Kerajaan Sriwijaya. Sriwijaya resmi ditegakkan oleh Dapunta Hyang pada tanggal 16 Juni 682 Dampak Kemunduran Kerajaan SriwijayaKerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara. Namun, pada abad ke-11 Masehi, kerajaan ini mengalami kemunduran. Ini dia berbagai dampak kemunduran kerajaan Sriwijaya bagi geo politik Nusantara1. Perubahan Peta PolitikKemunduran kerajaan Sriwijaya berdampak pada perubahan peta politik di Nusantara. Dengan hilangnya pengaruh Sriwijaya, kerajaan-kerajaan lainnya mulai bersaing untuk menguasai wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh ini memicu konflik dan persaingan antar kerajaan yang ada di Nusantara pada saat Hilangnya Pusat KebudayaanSriwijaya dikenal sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan pada masa lampau. Dengan kemunduran Sriwijaya, hilangnya pusat kebudayaan ini berdampak pada hilangnya arus kebudayaan dan pengetahuan di ini berdampak pada kehilangan identitas budaya dan kebudayaan yang menjadi ciri khas Hilangnya Pusat PerdaganganSriwijaya dikenal sebagai pusat perdagangan di Nusantara pada masa lampau. Dengan kemunduran Sriwijaya, hilangnya pusat perdagangan ini berdampak pada hilangnya jaringan perdagangan di ini berdampak pada menurunnya pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Rentannya Nusantara terhadap Serangan AsingKerajaan Sriwijaya dikenal memiliki kekuatan militer yang kuat pada masa lampau, sehingga melindungi Nusantara dari serangan kemunduran Sriwijaya, rentannya Nusantara terhadap serangan asing menjadi Berubahnya Dinamika Kekuasaan di NusantaraKemunduran kerajaan Sriwijaya berdampak pada perubahan dinamika kekuasaan di Nusantara. Sebelumnya, Sriwijaya merupakan kerajaan yang kuat dan mempengaruhi kebijakan dan keputusan politik di dengan kemunduran Sriwijaya, kekuasaan berpindah kepada kerajaan-kerajaan lainnya di Nusantara. Hal ini membuat dinamika kekuasaan di Nusantara menjadi lebih beragam dan keseluruhan, dampak kemunduran kerajaan Sriwijaya cukup terasa bagi geo politik Nusantara pada masa lampau. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda mengenai sejarah kerajaan besar Nusantara yang pernah ada.