Selain Labuan Bajo, ada sejumlah tempat wisata menarik di Flores yang bisa kamu kunjungi saat liburan akhir tahun 2020. DAY 1 / TRANSFER -­­ WAE REBO TOUR (D) Pagi hari pada pukul 06.00 WITA. Kecuali membayar tiket masuk bisa dibayarkan sendiri-­­sendiri. Kecuali membayar tiket masuk bisa dibayarkan sendiri-sendiri. Hingga waktunya anda akan diantar kembali menuju Drop Point (Labuan Bajo/Ruteng). FASILITAS : Transportasi Standard Pariwisata sesuai kebutuhan jumlah peserta (private tour) Penginapan di Rumah Adat Wae Rebo selama 1 malam; Biaya retribusi adat (Waelu’u) Tiket masuk objek wisata Sebelum masuk perkampungan Wae Rebo, para tamu (pengunjung) akan menemukan rumah kasih ibu. Di tempat dimana pengunjung diminta untuk membunyikan kentongan. Kentongan itu sebagai tanda bahwa akan ada tamu yang berkunjung ke Wae Rebo. Baca juga: WAE REBO, WISATA EKSOTIK NAN UNIK DIBUKA UNTUK UMUM. Foto: Pendaki Cantik – @debisagita Harga Tiket Masuk Danau 3 Warna Kelimutu. Harga tiket masuk danau 3 warna sangat terjangkau. Tentunya bagi pengunjung lokal atau domestic dikenakan biaya objek wisata Rp. 5.000 per orang. Pengunjung asing atau overseas dikenakan biaya Rp. 150.000 per pax. Biaya parkir dikenakan Rp. 5.000 untuk sepeda motor dan mobil sebesar Rp. 10.000. WAE REBO TRIP 1 HARI / FULLDAY PRIVATE TRIP BERANGKAT SETIAP HARI 5/5 Selama berada di Flores, tidak ada salahnya untuk mencoba mengunjungi salah satu desa adat yang cukup terisolir ini. Sekarang akses menuju kesana tidaklah sulit. Wae Rebo biasa juga disebut negeri diatas awan. Saat anda berada di Labuan Bajo/Flores. Kesini hukumnya WAJIB. … Continue reading "Wae Rebo Trip 1 Hari Fullday" Bukan tanpa alasan, kedatangan Sandiaga Uno ke sana lantaran melakukan visitasi ke Desa Wae Rebo, yang masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Ajang Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Melansir laman Pos-Kupang.com, banyak agenda yang dilakukan Sandiaga Uno selama menginap semalam di Wae Rebo. The traditional village of Wae Rebo in the district of Manggarai on the island of Flores, East Nusatenggara, has received the Top Award of Excellence from UNESCO in the 2012 UNESCO Asia Pacific Heritage Awards, announced in Bangkok on 27 August 2012. This small and isolated village was recognized for its rebuilding of the traditional Mbaru r20f.